Ilmu Dunia Akhirat

Berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman seputar ilmu dunia dan ilmu akhirat

Minggu, 15 Januari 2017

Penjelasan Metode Pembahasan Ilmu Kalam Bagi Islam

Para mutakalimin mempunyai ciri khusus dalam membahas ilmu kalam yang berbeda dengan ulama-ulama yang lain. Menurut pendapat Ahmad Amien, si stem mutakalimin dal am membahas ilmu kalam berbeda dengan sistem orang-orang sebelumnya dan sesudahnya.

Adapun perbedaan sistem yang digunakan mutakalimin (ulama kalam) dengan sistem Al-eur'an, yaitu AI-Qur'an itu mendasarkan seruannya, berpegang pada fitrah manusia. Hampir setiap manusia dengan fitrahnya mengakui adanya Tuhan, Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam. Hampir setiap manusia dengan fltrahnya sepakat terhadap hal tersebut, sekalipun berbeda menamakan Tuhan dan menyebutkan sifat-sifat-Nya.

Ulama kalam (mutakalimin) menggunakan akal untuk mencari Tuhan, tetapi mereka tidak puas karena ada hal-hal (dogma) yang berada di luar jangkauan kekuasaan akal manusia. Menurut orang-orang barat, dogma itu berada di bawah akal agar dogma itu tidak dihukumi oleh akal. Kalau dogma itu sudah dihukumi oleh akal, maka rahasia dogma itu menjadi tidak rahasia lagi. Dogma akan menjadi lumpuh karena bertentangan dengan akal. kemudian ditolaknya.

Mengenai nas-nas mutasyabihat, para mutakalimin tidak merasa puas dengan beriman secara ijmal saja, tanpa mengadakan takwil. Mereka mengumpulkan nas-nas yang pada Iahirnya bertentangan. Mereka menakwilkan nas-nas tersebut dan takwilan itu adalah ciri-ciri khusus daripada mutakalimin. Menakwilkan nas-nas ini memberikan kebebasan pada akal untuk membahas dan memikirkannya. Dengan sendirinya, menimbulkan perbedaan takwilan yang tidak dikenal semasa hidupnya Rasulullah saw.

Tag : Ilmu kalam, Penjelasan metode ilmu kalam, Metode pembahasan ilmu kalam, Penjelasan metode pembahasan ilmu kalam bagi islam


Related Posts
Disqus Comments