Ilmu Dunia Akhirat

Berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman seputar ilmu dunia dan ilmu akhirat

Sabtu, 14 Januari 2017

Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Kalam

Untuk mendalami ilmu kalam secara rinci, kita perlu memahami ruang lingkup pembahasan ilmu kalam yang meliputi, wujud Tuhan, keesaan Tuhan, zat dan sifat Tuhan, sifat-sifat aktif Tuhan, sifat ilmu, sitat kalam, kejisiman Tuhan, arah, rukyat, keadilan Tuhan, serta qada dan qadar Tuhan.

Al-Qur'an sebagai pokok kajian Ilmu Kalam

Wujud Tuhan


Seorang yang menghargai akal pikirannya dan ingin mempertemukannya dengan ajaran-ajaran agama, maka hendaklah ia mencari bukti-bukti adanya Tuhan yang menjadi pangkal soal-soal lainnya, seperti keesaan, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya, rasul-rasul dan soal keakhiratan, dan masalah lainnya yang berkaitan dengan keimanan.

Keesaan Tuhan


Dalil tentang keesaan Tuhan, di antaranya yang dikembangkan oleh filosof muslim al-Faraby yang mengembangkan teori tentang urut-urutan wujud. Sedangkan menurut Ibn Rusyd, dalam membuktikan keesaan Tuhan menggunakan dalil-dalil syarak yang ditujukan kepada hati dan pikiran manusia dalam berbagai tingkatannya.

Zat dan Sifat Tuhan


Dari semua pendapat tentang zat Tuhan, pendapat Muktazilah yang lebih dekat detr-uan prinsip keesaan dan penyucian Tuhan (tauhid dan tanzih) dan prinsip peniadaan persamaan Tuhan dengan makhluk. Pendapat yang benar dalam soal sifat ialah pengakuan adanya sifat-sifat pada Tuhan tanpa membicarakan qadim dan hadisnya.

Sifat-Sifat Aktif Tuhan


Ulama kalam tidak sama pendapatnya tentang sifat Tuhan berupa perbuatan, baik tentang definisinya maupun tentang qadim hadisnya. Menurut golongan Muktazilah, setiap yang bisa ada dan bisa tidak ada disebut sifat aktiva, seperti menjadikan, memberi iezeki, dan berbicara. Menurut aliran Asy'ariyah, sifat aktiva ialah sifat yang apabila tidak ada, maka tidak mengharuskan adanya sifat-sifat lawan. Seperti menghidupkan, menjadikan, dan memberi rezeki.

Sifat Ilmu menurut Muktazilah


Sifat ilmu adalah qadim dan tidak terkena perubahan. Asy’ariyah berpendapat bahwa manusia tidak bisa mengetahui hakikat ilmu Tuhan. Maturidiyah menetapkan sifat ilmu yang qadim didasarkan atas ayat-ayat Al-Qur'an dan dikuatkan dengan dalil akal prkiran yang didapatkan dari tanda-tanda kebijaksanaan Tuhan. Sedangkan Ibn Rasyid menetapkan adanya sifat ilmu yang dapat dibuktikan dengan adanya ketelitian susunan alam ini.

Sifat Kalam


Perkataan Tuhan (kalam) ialah apa yang diwahyukan kepada manusia melalui orang-orang pilihan-Nya, yaitu rasul dan nabi-nabi berisi peraturan untuk kebahagiaan manusia, berupa kepercayaan Allah, syariat, dan akhlak. Seluruhnya ini dinamai perkataan Allah, baik dinyatakan dalam bahasa Ibrani maupun bahasa Arab dan berbeda-beda caranya.

Kejisiman Tuhan


Kaum Musyabihah dengan tegas menyatakan bahwa Tuhan adalah jisim, bahkan seperti manusia, beranggota badan, berarah, dan bergerak. Sedangkan, ulama kalam menyatakan tegas-tegas kebalikannya, yaitu Tuhan tidak mungkin berjisim. Manusia tidak dapat mengetahui Allah dan menentukan sifat-sifat yang sebenarnya, kecuali dengan menggunakan tasybih (persamaan) dengan makhluk dan tanzih (penyucian). Tuhan tidak pantas berjisim, seperti makhluk ciptaan-Nya.

Arah


Muktazilah dengan tegas mengingkari arah bagi Tuhan karena menetapkan arah, artinya menetapkan tempat bagi-Nya dan menetapkan tempat, artinya menetapkan kejisiman-Nya. Menurut Asy'ary, pendapat tentang soal arah lebih mendekati kepada penjisiman Tuhan.

Rukyat


Soal rukyat bertalian erat dengan soal kejisiman dan arah dan menjadi salah satu bahan perselisihan yang penting antara aliran-aliran Islam. meskipun masing-masing aliran tersebut mendasarkan pendapatnya pada Al-Qur'an. Sebab utama perselisihan itu adalah perbedaan gambaran terhadap zat Tuhan dan pertalian antara orang yang melihat dan yang dilihat. Dalam alasan Asy’ary dan golongan Asy’ariyah banyak hal yang sukar diterima akal.

Keadilan Tuhan


Ulama muslim tidak sama pemahamannya terhadap iradah Tuhan (kemauan/ kehendak Tuhan). Apakah kehendak tersebut mutlak, tidak tunduk kepada norma-norma, baik dan buruk, adil dan zalim serta kebijaksanaan, ataukah tunduk kepada hal-hal itu semua?

Qada dan Qadar


Perbedaan pendapat dalam soal qada dan qadar terutama karena adanya beberapa ayat Al-Qur'an yang pengertian lahirnya saling bertentangan. Di satu pihak, beberapa ayat menetapkan pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya. Di fihak lain, beberapa ayat menyatakan bahrva Tuhan yang menjadikan segala sesuatu.

Tag : Ruang lingkup ilmu kalam, Pembahasan ilmu kalam, Wujud tuhan menurut ilmu kalam, Keesaan Tuhan menurut ilmu kalam, Zat dan sifat Tuhan menurut ilmu kalam, Sifat-sifat aktif Tuhan menurut ilmu kalam, Sifat ilmu menurut ilmu kalam, Sifat ilmu kalam, Kejisiman Tuhan menurut ilmu kalam, arah, rukyat, Keadilan Tuhan menurut ilmu kalam, serta qada dan qadar Tuhan menurut ilmu kalam

Related Posts
Disqus Comments