Ilmu Dunia Akhirat

Berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman seputar ilmu dunia dan ilmu akhirat

Senin, 02 Januari 2017

Asal Usul Sejarah Singkat Lahirnya Ajaran Aliran Maturidiyah

Aliran Maturidiyah didirikan oleh Muhammad bin Muhammad Abu Mansur. Ia dilahirkan di Maturid, sebuah kota kecil di daerah Samarqand (termasuk daerah Uzbekistan).

Al-Maturidy mendasarkan pikiran-pikirannya dalam soal-soal kepercayaan kepada pikiran-pikiran Imam Abu Hanifah yang tercantum dalam kitabnya Al-fiqh Al-Akbar Jan Al-Fiqh Al-Absath dan memberikan ulasan-ulasannya terhadap kedua kitab-kitab tersebut. Al-Maturidy meninggalkan karangan-karangan yang banyak dan sebagian besar dalam lapangan ilmu tauhid.





Maturidiyah lebih mendekati golongan Muktazilah. Dalam membahas kalam, Maturidiyah mengemukakan tiga dalil, yaitu sebagai berikut.

Dalil perlawanan arad

Dalil ini menyatakan bahwa alam ini tidak akan mungkin kadim karena di dalamnya terdapat keadaan yang berlawanan, seperti diam dan gerak, baik dan buruk. Keadaan tersebut adalah baru dan sesuatu yang tidak terlepas dari yang baru maka baru pula.

Dalil terbatas dan tidak terbatas

Alam ini terbatas, pihak yang terbatas adalah baru. Jadi, alam ini adalah baru dan ada batasnya dari segi bendanya. Benda, gerak, dan waktu selalu bertalian erat. Sesuatu yang ada batasnya adalah baru.

Dalil kausalitas

Alam ini tidak bisa mengadakan dirinya sendiri atau memperbaiki dirinya kalau rusak. Kalau alam ini ada dengan sendirinya, tentulah keadaannya tetap satu. Akan tetapi, alam ini selalu berubah, yang berarti ada sebab perubahan itu.

Maturidy sependapat dengan Imam Abu Hanifah untuk menentukan aliran Muktazilah dan mengatakan bahwa kekuasaan manusia bisa digunakan dua hal yang lerlawanan, seperti ketaatan dan manusia bebas menggunakan kekuatannya. Selama manusia itu dijadikan Tuhan maka selama perbuatannya juga dijadikan Tuhan. Oleh karena itu, manusia yang mengerjakan perbuatan maksiat, diam, bergerak, taat, sebenarnya mereka sendiri yang mengerjakannya, tetapi dijadikan Tuhan.

Maturidy sependapat dengan aliran Muktazilah tentang adanya satu kekuasaan pada maanusia untuk dua hal yang berlawanan, sedang aliran Asy'ariyah menetapkan adanya dua kekuasaan, untuk ketaatan dan untuk kedurhakaan. Dengan pandangan tersebut, Maturidy hendak menguatkan sistem yang dipegang oleh aliran Muktazilah, yaitu pemberian taklif dari Tuhan kepada manusia dengan kesanggupannya.

Tag : Asal usul, Sejarah singkat, Aliran maturidiyah, Lahirnya ajaran maturidiyah, Asal usul ajaran maturidiyah

Related Posts
Disqus Comments