Mengenal Apa Itu Right Issue Saham

Posted on

Beberapa waktu lalu ramai diberitakan mengenai right issue yang dilakukan oleh Bank BRI (BBRI) di mana melalui proses tersebut akhirnya BBRI berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 96 triliun.

Hal ini menjadikan right issue BBRI sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, serta meraih peringkat ke-3 di Asia dan peringkat ke-7 di seluruh dunia.

Lalu, apa sebenarnya pengertian right issue? Apa efek atau pengaruh right issue terhadap harga saham?

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai apa itu right issue saham serta pertanyaan seputar apakah right issue menguntungkan bagi investor.

Pengertian Right Issue Saham

Sebenarnya right issue adalah istilah yang sudah tidak asing lagi di kalangan investor yang berkecimpung di pasar modal. Istilah right issue ini juga biasa disebut dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Right issue saham merupakan salah satu cara yang lazim dilakukan oleh suatu perusahaan jika ingin menghimpun tambahan dana segar. Nah, sebelum penerbitan saham baru dilakukan, biasanya perusahaan akan mengundang para pemegang saham atau investor dan diberikan pilihan apakah mau membeli saham baru (saham right issue) tersebut atau tidak.

Jadi, bisa dibilang right issue saham adalah hak yang dimiliki oleh investor lama untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan tersebut sebelum menawarkan saham tersebut kepada investor baru atau yang disebut standby buyer.

Jika investor lama tersebut mau membeli, maka biasanya harganya akan lebih murah ketimbang harga yang ditawarkan ke calon investor yang baru.

Contoh Right Issue Saham

Untuk memudahkan kamu dalam memahami soal right issue saham, simak penjelasan berikut ini ya.

Jadi begini, setelah suatu perusahaan melantai di bursa tentulah ada banyak yang menjadi pemegang saham.

Seiring berjalannya waktu, bisa saja perusahaan tersebut membutuhkan tambahan dana dalam rangka mendukung pertumbuhan perusahaan. Untuk itu, perusahaan bisa menerbitkan saham baru yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan misalnya membayar hutang, ekspansi bisnis, menambah modal kerja, dll.

Namun, sebelum saham baru ini mulai ditawarkan kepada investor baru, maka kepada para pemegang saham yang lama akan diberikan kesempatan untk memesan atau membeli saham ini terlebih dulu. Inilah yang disebut dengan right issue.

Right issue ini diberikan berdasarkan rasio tertentu. Sebagai contoh, dalam rasio 1:2 ini artinya setiap pemegang satu lembar saham memiliki hak atas 2 (dua) lembar saham baru yang akan diterbitkan.

Dalam pelaksanaan right issue saham, harga atas saham baru disebut harga right di mana harganya bisa lebih rendah, sama ataupun lebih tinggi dari harga saham lama di pasar modal.

Biasanya agar lebih menarik minat para investor lama, harga right ini ditawarkan di bawah harga pasar. Sehingga investor lama memiliki kesempatan untuk menambah sahamnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan jika membelinya di Bursa Efek Indonesia.

Apa Pengaruh Right Issue Terhadap Harga Saham?

Pertanyaan selanjutanya yaitu apa pengaruh right issue terhadap harga saham perusahaan yang melakukannya?

Pada umumnya berita-berita mengenai right issue memberikan sentimen positif dan mendorong naiknya harga saham perusahaan tersebut di pasar modal.

Setelah right issue selesai dilaksanakan, maka harga sahamnya akan dipengaruhi oleh harga teoritis, yaitu harga penyesuaian yang terbentuk antara harga lama dengan harga baru berdasarkan rasio right issue.

Rumus perhitungan Harga Teoritis saham right issue adalah:

[(a x HSL)+(b x HSB)]/(a+b), di mana:

·         (a) dan (b) adalah rasio right issue atau a:b

·         HSL = Harga Saham Lama;

·         HSB = Harga Saham Baru

Berdasarkan rumusan ini, adalah lazim ditemui harga saham baru mengalami kenaikan ataupun penurunan jika dibandingkan dengan harga saham lama sebelum right issue dilaksanakan.

Karena itu, tidak ada yang perlu dirisaukan dari right issue saham yang terjadi di masa yang akan datang. Semuanya terpulang kembali kepada tujuan kamu sebagai investor, apakah kamu mengincar fluktuasi yang terjadi dan mendapatkan keuntungan dari sana atau memang kamu melihat prospek fundamental dari perusahaan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *